Thursday, December 22, 2011

Hukum Sunat/Khitan Pada Perempuan

Pisau Sunat 1. @drtiwi: RT "@Josebatubara: @drtiwi @bunda_yenni Sunat pd ank perempuan itu merupakan tradisi saja,dipekuat Depkes dan MUI, di agama rsnya gak ada"

2. @apad0ng: @drtiwi @Josebatubara @bunda_yenni koreksi: #KhitanPerempuan, bukan cuma tradisi, tp sudah disyariatkan dlm Islam. Sy twit lengkapnya d TL..

3. @apad0ng: hadits utama yg menjadi dasar hukum syariat #KhitanPerempuan adalah dari Ibnu Abbas ra. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad & Baihaqi:

4. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Dr Ibnu Abbas ra., Rasulullah bersabda: "Khitan itu sunnah buat laki-laki & memuliakan buat wanita." (HR Ahmad & Baihaqi)

5. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Namun demikian, para fuqaha berbeda pendapat menyikapi hal ini. Setidaknya ada 3 (tiga) pendapat yang dapat kita temukan:

6. @apad0ng: #KhitanPerempuan | 1. Hukumnya Sunnah. Pendapat ini dipegang oleh Imam Hambali, Hanafi dan Malik.

7. @apad0ng: #KhitanPerempuan | 2. Hukumnya Wajib (baik bagi laki-laki maupun perempuan). Dipegang oleh Mazhab Syafi'i dan sebagian Hambali.

8. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Dalil pewajiban ini berdasar QS. An-Nahl: 123 yg memerintahkan ummat Islam (laki2 maupun perempuan) ikuti millah Ibrahim.

9. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Dan salah satu millah (ajaran) Nabi Ibrahim adalah khitan, sebagaimana dterangkan dalam hadits saat beliau usia 80 tahun.

10. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Mengikuti millah Ibrahim adalah bagian dari syariat Islam. Oleh karenanya wajib diikuti oleh kaum muslimin & muslimat.

11. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Juga ada hadits dari Aisyah ra. sbgaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Potonglah rambut kufur darimu dan berkhitanlah"

12. @apad0ng: #KhitanPerempuan | 3. Hukumnya Tidak Wajib, namun Mulia bagi Wanita. Pendapat ini dipegang oleh Ibnu Qudamah. Yakni dg menyayat sedikit saja

13. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Para ulama yg mengomentari pendapat Ibnu Qudamah ini memang menyerahkannya pada tradisi masing-masing negeri karena..

14. @apad0ng: #KhitanPerempuan | ..hadits yg disebutkan di awal dari Ibnu Abbas ra., tsb tdk secara tegas memerintahkan wanita utk melakukannya.

15. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Islam juga melihat & mengakui bahwa khitan pd perempuan memang ada di dalam banyak kelompok masyarakat, oleh karenanya..

16. @apad0ng: #KhitanPerempuan | ..sekedar memberikan petunjuk bagaimana cara melakukannya (yakni dg menyayat sedikit saja), sedangkan status hukumnya...

17. @apad0ng: #KhitanPerempuan | ..dkembalikan pd tradisi tiap2 negeri. Jika mmg biasa melakukan, alangkah baiknya ikuti tradisi tsb ssuai petunjuk Islam.

18. @apad0ng: #KhitanPerempuan | barangkali ini yg dimaksud @Josebatubara yg mengatakan "sunat pd anak perempuan itu tradisi saja." @drtiwi @bunda_yenni

19. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Namun demikian, kita tidak bisa menutup mata terhadap pendapat2 para fuqaha lainnya. @drtiwi @Josebatubara @bunda_yenni

20. @apad0ng: #KhitanPerempuan | Karena semua fuqaha tsb punya kapabilitas dlm menetapkan hukum syariat. Wallohu'alam. @drtiwi @Josebatubara @bunda_yenni

21. @apad0ng: Btw, #SelamatHariIbu. Buat para ibu yang belum khitan, ga perlu maksa ya..:D Krn biasanya #KhitanPerempuan itu dilakukan waktu kecil/bayi ;)
Continue Reading...

Friday, December 16, 2011

Mengumandangkan Adzan Sesudah Waktu Sholat Lewat

Adzan Sebagian dari kita barangkali masih bingung perihal hukum mengumandangkan adzan ketika telah lewat awal masuknya waktu sholat, apakah masih boleh beradzan atau tidak?

Seperti kejadian yang dialami oleh suamiku pagi ini, yang kemudian ia tuliskan di Twitter-nya lengkap dengan dalil/hujjah hadits-hadits penjelasnya. Silahkan disimak #KulTwit-nya berikut ini, semoga mampu menjawab permasalahan serupa yang Anda hadapi.

1. pagi ini bangun jam 4:07, sementara subuh 4:08. Langsung tunaikan hajat, sikat gigi dan cuci muka sampai 4:20. Padahal #adzan di masjid lain sudah lama selesai.

2. karena ragu, antara pergi ke masjid depan rumah untuk kumandangkan #adzan/tidak, akhirnya demi kehati2an kupilih sholat sendiri dirumah

3. yang mendasariku adalah bahwa #adzan harus dikumandangkan di awal waktu masuknya sholat. Sebagaimana hadits riwayat Malik bin Huwairits radhiyallahu'anhu..

4. "Rosululloh s.a.w. bersabda kepada kami, 'Bila waktu sholat telah tiba, hendaklah ada dari kamu yang beradzan.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

5. namun selesai sholat, ada ketidaknyamanan yang kurasakan. Ada sesuatu yang kurang rasanya. Satu sholat jama'ah telah kulewatkan pagi ini. #adzan

6. akhirnya kugali lagi ilmu syariah dalam bab #Adzan. Dan, kutemukan dalam hadits shahih Imam Bukhari nomor 595 yg menjelaskan perkara ini.

7. #adzan | Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a, dia berkata:
"Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi s.a.w., sebagian orang mengatakan:..

8. #adzan | 'Ya Rosululloh! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.' Rosululloh s.a.w. bersabda: 'Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan sholat subuh.'

9. #adzan | Kata Bilal: 'Saya akan membangunkan kalian.' Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal menyandarkan punggungnya pada hewan tunggangannya, namun Bilal akhirnya tertidur juga.

10. #adzan | Nabi s.a.w. bangun ketika busur tepian matahari sudah muncul. Kata Nabi s.a.w.: 'Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?!' Bilal menjawab: 'Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.'

11. #adzan | Rosululloh s.a.w. bersabda: 'Sesungguhnya Alloh mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan!'

12. #adzan | Rosululloh s.a.w. berwudhu, setelah matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih, Rosululloh s.a.w. berdiri untuk melaksanakan sholat."

13. demikianlah ilmu yang baru kuperoleh pagi ini, tentang perkara mengumandangkan #adzan ketika telah lewat awal masuknya waktu sholat.

14. semoga Alloh mengampuni kekhilafan atas perkara yang belum kuketahui ilmu tentangnya dan menyampaikanku pada ilmu-ilmuNya yang lain. Aamiin!


Jadi kesimpulannya, boleh kita mengumandangkan adzan apabila terdapat hambatan untuk tidak dapat mengumandangkannya tepat waktu sesaat begitu masuknya waktu sholat. Namun demikian, sekiranya agar ketidaktepatan waktu ini tidak menjadi kebiasaan apalagi bagi orang-orang yang memang biasanya menjadi muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) agar ummat Islam tidak dirugikan dan terbiasa sholat tepat waktu.

Wallohu'alam bish showab.
Continue Reading...

Thursday, December 8, 2011

Tips Ajari Anak Tata Cara Perilaku Islami Sejak Dini

Anak Sholeh Berikut ini adalah #KulTwit dengan hash tag #AjariAnak yang dituliskan oleh seorang sahabat @bayuprioko di Twitter.

Inti dari #KulTwit ini adalah berisi tips-tips mengajari anak tata cara perilaku Islami sejak dini. Menarik bukan? Yuk, simak yuk.. ;)

1. Biasakn mengambil & memberi makan-minum dgn tangan kanan. Jika dgn tangan kiri, pindahkn ketangan kanannya secara halus. #AjariAnak

2. Mendahulukan mengenakan kain, baju, atau lainnya memulai dari kanan; dan ketika melepas pakaiannya memulai dari kiri. #AjariAnak

3. Jgn tidur tertelungkup, krn menghambat pernafasan dan dibiasakan tidur dengan miring ke kanan. Agar posisi jantung diatas. #AjariAnak

4. Biasakn tdk memakai pakaian/celana yg pendek2, agar anak tumbuh dgn kesadaran menutup aurat & malu membukanya. #AjariAnak

5. Dicegah dgn halus agar tdk menghisap jari & menggigit kukunya. Kuku anak cenderung kotor. #AjariAnak

6. Dibiasakan Sederhana dalam makan dan minum, dan dijauhkan dari sikap berlebih2an & tdk habis. #AjariAnak

7. Agar anak2 tidk bermain dengan hidung & telinganya, apalagi memasukkan benda2. #AjariAnak

8. Dibiasakan membaca Bismillah ketika hendak makan. Alhamdulillah ketika selesai makan. #AjariAnak

9. Dibiasakan untuk mengambil makanan yg terdekat & tidak memulai makan sebelum orang lain atau diizinkn *makanbersama*. #AjariAnak

10. Ajari utk tidak memandang dengan tajam kepada makanan maupun kepada orang yang makan. #AjariAnak

11. Dibiasakan tidak makan dengan tergesa-gesa, agar mengunyah makanan dengan baik. #AjariAnak

12. Dibiasakan menawarkan memakan makanan yang ada dan tidak mengingini yg tidak ada. *agaksusahmaksudnya :)* #AjariAnak

13. Dibiasakan kebersihan mulut dgn menggunakn siwak, sikat gigi stelah makan, sebelum tidur & sehabis bangun tidur. #AjariAnak

14. RT @dianyhamidah: @bayuprioko mengajari anak makan memakai tangan kanan & jangan meniup makanan krna rasulullah melarang #AjariAnak

15. Dibiasakan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengulanginya berkali-kali setiap hari. #AjariAnak

16. Dibiasakan membaca "Alhamdulillah" jika bersin & mengatakan "Yarhamukallah" kepada orang yg bersin jika membaca "Alhamdulillah". #AjariAnak

17. Supaya menahan mulut dan menutupnya jika menguap, dan jangan sampai bersuara. #AjariAnak

18. Dibiasakan berterima kasih jika mendapat suatu kebaikan atau pujian, sekalipun hanya sedikit. #AjariAnak

19. Tidak memanggil ibu & bapak dengan namanya, tetapi dibiasakan memanggil dengan kata-kata: Ummi (Ibu), dan Abi (Bapak). #AjariAnak

20. Dibiasakan bejalan kaki pada trotoar, bukan di tengah jalan. Selalu berpegangan tangan. #AjariAnak

21. #AjariAnak mengucapkan salam kepada orang yg dijumpainya serta membalas salam orang yg mengucapkannya

22. Dalam #AjariAnak, hendaknya kedua orangtua mengucapkan terima kasih kpd anak jika menuruti perintah & menjauhi larangan.

23. #AjariAnak mengenal tentang Allah 'Azza Wajalla dengan cara yg sesuai dengan pengertian dan tingkat pemikirannya.

24. #AjariAnak bahwa Allah Pencipta segala sesuatu. Pencipta langit, bumi, manusia, hewan, pohon-pohonan, sungai dan lain-lainnya.

25. #AjariAnak cinta kpd Allah, dengan ditunjukkan kepadanya nikmat2 yg dikaruniakan Allah untuknya & untuk keluarganya. Alhamdulillah

26. #AjariAnak utk menutup aurat, berwudhu, hukum2 thaharah (bersuci) dan pelaksanaan shalat.

27. #AjariAnak biasakan membaca Al Quran dengan benar, dan diupayakan semaksimalnya agar menghafal juga

28. Agar maksimal #AjariAnak Alquran, usahakan masukan anak pesantren Tahfidz, minimal masukkn pada salah satu halaqah tahfizh

29. Anak sering bersikap durhaka & melanggar hak2 orangtua disebabkan karena kurangnya perhatian orangtua dalam #AjariAnak

30. Ya Rabb, kasihilah mereka keduanya (ibu-bapak), sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku swaktu kecil. (QS:17:24). #AjariAnak

31. #AjariAnak tokoh teladan utama yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam, kemudian para sahabat yg mulia Radhiallahu 'Anhum

32. Sejatinya #AjariAnak adalah #AjariKita sebagai ortu atau calon ortu, dia butuh contoh. Bingkai Alqur'an dan Sunah.


Gimana, menarik kan "Tips Ajari Anak Tata Cara Perilaku Islami Sejak Dini" ini? Nah sekarang saatnya kita praktek! Demi terciptanya generasi penerus ummat Islam yang sholeh, sehat, dan cerdas! Aamiin... ;)
Continue Reading...

Friday, December 2, 2011

7 Ciri Mukmin yang Sukses

Sholat Ada 7 ciri mukmin yang sukses (#MukminSukses) yang akan mewarisi surga Firdaus.

Mau tau siapa saja? Simak QS. Al Mukminun, 023:1-9. Yaitu...

1. ..yang khusyuk sholatnya;
2. ..yang menjauhkan diri dari kesia-siaan;
3. ..yang menunaikan zakat;
4. ..yang menjaga kemaluannya;
5. ..yang memelihara amanahnya;
6. ..yang memelihara (menepati) janjinya;
7. ..yang memelihara sholatnya;

Sudahkah kita termasuk didalamnya? Jika belum, segera dan terus jadikan diri kita layak ada didalamnya.

(ditulis ulang dari #KulTwit suamiku, @apad0ng, di Twitter dengan hashtag #MukminSukses)
Continue Reading...

Friday, November 18, 2011

Tertawa dalam Islam

Tertawa dalam Islam

Dari: Riwayat Abu Daud
Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa. Celakalah!"

Kelakar adalah perbuatan, kata-kata dan sebagainya yang dapat menggembirakan atau yang dapat menggelikan hati orang lain. Sinonimnya adalah jenaka, lawak dan senda gurau.

Membuat orang lain senang hati adalah termasuk dalam amal kebajikan dan Rasulullah s.a.w juga selalu bercanda dengan ahli keluarga dan para sahabat baginda.

Namun begitu, bergurau mempunyai adab-adab tertentu yang telah digariskan oleh Islam seperti:
  1. Tidak menjadikan aspek agama sebagai bahan jenaka seperti mempersendakan sunnah Rasulullah s.a..w.
  2. Gurauan tersebut bukan merupakan cacian atau cemohan seperti mengejek orang lain dengan menyebut kekurangannya.
  3. Gurauan itu bukan ghibah (mengumpat) seperti menghina seseorang dengan niat hendak merendah-rendahkannya.
  4. Tidak menjadikan jenaka dan gurauan itu sebagai kebiasaan.
  5. Isi jenaka adalah benar dan tidak dibuat-buat.
  6. Bersesuaian dengan waktu, tempat dan orangnya karena adalah tidak baik bergurau di waktu seseorang berada dalam kesedihan dan sebagainya.
  7. Menjauhi jenaka yang membuat orang lain tertawa secara berlebihan (tertawa terbahak-bahak) kerana banyak tertawa akan memadamkan cahaya hati.
  8. Sesungguhnya Rasulullah s.a.w apabila tertawa baginda hanya menampakkan barisan gigi depannya saja, bukan tertawa yang berdekah-dekah, mengilai-ngilai atau terkekeh-kekeh dengan maksud bahwa sebagai seorang muslim kita hendaklah senantiasa menjaga batas kesopanan dalam artikata yang sepatutnya.

Gelak Tawa Dilarang Islam.


Menurut pandangan Islam, bergelak-tawa adalah tidak baik dan makruh hukumnya. Ibn Mas'ud meriwayatkan dari Auf bin Abdullah bahwa biasanya Rasulullah S.A.W. tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak suka melerek, yaitu tidak menoleh, kecuali dengan semua wajahnya. Hadis itu menunjukkan bahwa senyum itu sunat dan tertawa berbahak-bahak adalah makruh. Maka itu seseorang yang sehat akalnya dilarang bergelak-tawa karena mereka yang banyak gelak tawa di dunia akan banyak menangis di akhirat. Orang yang banyak menangis di dunia mereka akan banyak tertawa di syurga.

Menurut Yahya bin Muaadz Ar-razi, ada empat perkara yang menghilangkan tertawa seseorang Mukmin :
(1) Kerana memikirkan akhirat
(2) Kesibukan mencari keperluan hidup
(3) Risau memikirkan dosa
(4) Apabila tibanya musibah dan bala.

Jika seseorang sibuk memikirkan perkara itu, maka dia tidak banyak tertawa karena banyak tertawa bukan sifat seorang Mukmin. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas r.a.:
"Siapa yang tertawa ketika membuat dosa, maka dia akan menangis ketika akan masuk neraka."

Oleh itu marilah sama-sama kita muhasabah diri dan kembali bertaubat kepada Allah. Banyakkan menangis (karena Allah) dari ketawa (yang sia-sia) itu adalah amalan yang lebih baik.

Bagaimana bercanda ala Rosulullah SAW.?


Rasullah adalah pribadi yang menyenangkan. Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAW, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya.

Rasulullah berkata:
"Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana."

Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat.
"Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?"

Rasulullah menjawab,
"Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta"
Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.
(Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

Lain lagi kisah seorang perempuan tua yang bertanya pada Rasulullah:
"Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?"

Rasulullah menjawab:
"Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”.

Perempuan itu menangis mengingat nasibnya. Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi'ah ayat 35-37:
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya."
(Riwayat At Tirmidzi, hadist hasan)

Lainnya seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, "Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya."

Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat.
Zahir: "Heii... siapa ini?? Lepaskan aku!!!", Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih meng-eratkan pelukan Rasulullah.

Rasulullah berkata:
"Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??"

Zahir:
"Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai dipandangan mereka"

Rasulullah:
"Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?"

Zahir pun makin meng-eratkan tubuhnya dan merasa damai dipelukkan Rasulullah. (Riwayat Imaam Ahmad bin Hambal dari Anas ra)

Kisah lainnya, suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor (berbuka puasa). Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurmanya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah saw yang sudah mengetahui ke-isengan Ali ra segera "membalas" Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa.
(Riwayat Bukhori, dhoif)

Canda Rasulullah dengan Istrinya


Aisyah RA berkata,
"Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, "Silakan kalian berjalan duluan!" Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, "Marilah kita berlomba." Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan: "Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu." -suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. "Silahkan kalian berjalan duluan." Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, "Marilah kita berlomba." Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, "Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?" Beliau berkata, "Marilah kita mulai." Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, "Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu."
(HR. Ahmad dan Abi Dawud)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada 'Aisyah,
"Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku."
Aisyah bertanya,
"Dari mana engkau mengetahuinya?"
Beliau menjawab,
"Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu "Tidak demi Tuhan Muhammad" Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, "Tidak demi Tuhan Ibrahim!". Aisyah pun menjawab, "Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja."
(HR Bukhari dan Muslim)
Continue Reading...
 

Catatan Mami Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon. SEO improved by Apa Dong (dot) Web (dot) ID