Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Wednesday, March 7, 2012

Beda Selebritis, Kyai, Ustadz, Ulama, dan Mufti Menurut Ustadz Ahmad Sarwat

Ulama Warisan Rasulullah Persoalan ustadz-ustadz di televisi yang berlagak seperti selebritis memancing komentar dari berbagai pihak. Setelah sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin mengkritisi sejumlah ustadz di televisi, kini giliran Ustadz Ahmad Sarwat yang memberikan kritik serupa. Sebelumnya, beliau telah menyebutkan 12 Perbedaan Ustadz Yang Artis dan Ustadz Beneran.

Dalam status Facebook-nya per tanggal 22/11/2011, Ustadz Ahmad Sarwat kembali mengeluarkan statemen yang mengkritisi kondisi masyarakat yang tidak bisa membedakan berbagai istilah keagamaan.

"Dalam dunia kesehatan ada pembedaan terminologi yang jelas. Mulai dari tukang obat, paranormal, dukun, bidan, perawat, mantri, dokter, dokter spesialis, dan seterusnya. Tapi dalam dunia agama, masyarakat nyaris tidak bisa membedakan dan juga tidak tahu perbedaan antara penceramah, da'i, mubaligh, ustadz, kiayi, ulama, mufti, mujtahid, dan seterusnya. Pokoknya begitu ada orang pandai ceramah, langsung dipanggil 'ustadz,'" paparnya.

Kemudian beliau menerangkan perbedaan istilah-istilah di dalam dunia kedokteran.

"Jelas sekali perbedaan tukang obat dengan dokter spesialis. Modalnya tukang obat ya cuap-cuap sambil dikit-dikit ngibul, ngakunya punya obat yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Tapi dokter spesialis, modalnya adalah belajar tekun bertahun-tahun, dan hanya mereka yang gila belajar saja yang lulus diterima jadi mahasiswa di FK (Fakultas Kedokteran)."

Setelah itu, beliau memaparkan persoalan dalam istilah-istilah keislaman.

"Nah, bedanya orang yang biasa dipanggil dengan sebutan ustadz dengan tukang ceramah apa? Harus ada bedanya dong. Tukang ceramah itu bermodal pandai ngomong, bergaya, bikin yel-yel, terus pura-pura doa yang bisa bikin hadirin menangis, dan seterusnya, dan seterusnya. Harusnya ustadz bukan tipe yang seperti itu. Ustadz itu minimal tiap hari baca 100-200 halaman kitab syariah, spt tafsir, hadits, fiqih, dan lain-lain."

Beliau menyebutkan beberapa istilah untuk diketahui masyarakat umum.

Ustadz itu hanya boleh dipersembahkan kepada para ahli ilmu agama dengan kapasistas ilmu yang mumpuni serta standar moral yang tinggi. Bukan seleb dipoles oleh TV dan tiba-tiba simsalabim jadi ustadz. Dalam pandangan saya, itu cara ilegal dalam merusak umat, sebuah inovasi terbaru dari gaya lama belanda ketika mengorbitkan Dr. Snouck Hurgronje untuk mengobok-obok umat Islam dari dalam.

Kiyai, lebih merupakan panggilan penuh hormat kepada orang yang lebih dituakan. Dalam beberapa komunitas sosok kiyai memang tidak selalu harus ahli agama. Sebab di Jogja ada sapi dipanggil dengan sebutan kiyai. Tapi kalau di dalam kultur pesantren, kiyai biasanya panggilan buat sosok yang sangat dihormati, seperti kiyai pondok, meski tidak berarti dia ahli dalam ilmu agama.

Ulama, ahli ijitihad yang memenuhi semua syarat dalam melakukan proses ijtihad. Contohnya Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad bin Hanbal dan para muridnya. Sedangkan ulama di masa sekarang, sebenarnya boleh dibilang hampir sudah tidak ada lagi. Kalau pun ada yang kita sebut ulama, lebih merupakan panggilan penghargaan saja.

Mufti, ahli ilmu agama yang ilmunya sangat luas, dimana tugasnya adalah menjawab pertanyaan masyarakat tentang halal haram dan sebagainya. Mufiti harusnya seorang dengan kapasitas ilmu seperti para ulama, agar dia tidak sesat dan menyesatkan.

Dalam mencontohkan ustadz di televisi yang lebih suka menarik massa, beliau menganalogikannya dengan tukang jual obat di pinggir jalan.

"Yang saya maksud dengan tukang obat ya itu, yang suka gelar dagangan di pinggir jalan, bikin kerumunan massa di terminal, mirip film 'Benyamin Tukang Ngibul'," kata beliau sembari bercanda.

"Masyarakat awam lebih tertarik berkerumun di sekitar tukang obat yang pandai ngibul itu. Karena bicaranya sangat meyakinkan, kayak ilmunya jauh di atas para dokter. Gila nggak, mereka bilang kanker separah apapun, asal pakai obatnya dia, PASTI LANGSUNG SEMBUH! Padahal di RS (Rumah Sakit), para dokter ahli yang botak-botak itu masih kebingungan gimana melawan penyakit itu. Masyarakat awam lebih memilih tukang obat, mereka lebih suka PONARI dengan batu ajaibnya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..,"

"Di dunia dakwah, keadaannya mirip banget. Masyarakat berkerumun di seputar para tukang ceramah TV alias seleb ngaku ustadz itu. Mungkin karena memang pandai bicara sehingga pengusaha TV itu memanfaatkannya untuk menaikkan rating. Dan produser infotainment punya bahan issue baru yang sensasional, yaitu para ustadz seleb yang mencoreng wajah dakwah. Gila banget tuh TV, para artis yang ngaku ustadz itu sering dikasih tag-line ULAMA!"

Tidak hanya mengkritisi para ustadz seleb tersebut, Ustadz Ahmad Sarwat juga mengkritisi para pemilik stasiun TV yang hanya mementingkan rating siaran, bahkan mempertuhankannya.

"Seolah-olah atas nama RATING TV orang jadi merasa berhak bicara apa saja meski pun isinya kebatilan. Huh benar-benar KAPITALIS MURNI. Dan ustadz dadakan alias seleb ngaku ustadz itu pun salah satu dampak negatif dari keberhalaan rating TV dan negara yang semakin jelas ideologi kapitalisnya."

Setelah itu, beliau menuturkan salah satu solusi bagaimana dakwah di televisi tetap berada dalam koridor syariat Islam.

"Teman baik saya ada yang usul bahwa tiap orang yang mau tampil ceramah di TV harus punya SIC (Surat Izin Ceramah), tapi yang mengeluarkan bukan Koramil atau Polisi. Yang mengeluarkan surat itu, misalnya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jadi, para seleb itu musti dites berbagai hal, mulai dari kapasitas ilmu, sampai moral dan akhlaqnya juga. Baru boleh muncul di layar kaca. Dan ada komisi pemantau kelayakan penceramah TV, yang kerjanya menilai dan memantau mereka, dianggotai oleh para ulama betulan yang punya kapabilitas."

Untuk benar-benar menjadikan ulama sebagai rujukan dalam hal keagamaan, bukan oleh para ustadz seleb, Ustadz Sarwat mengusulkan agar para ulama benar-benar diwadahi dalam lembaga yang independen."

"Saya bilang gini aja, para ulama betulan itu membentuk seperti apa yang dulu pernah dilakukan di negeri kita, waktu banyak muncul pendakwah gadungan produk impor yang tidak jelas, kerjanya bikin keonaran disana-sini. Wadah itu tempat berkumpulnya para ulama betulan yang ilmunya memang paten. Wadah itu bukan milik pemerintah, tidak berlaku topdown yang melarang ini dan itu, tapi wadah itu murni milik umat dan bisa dijadikan indikator serta rujukan umat dalam masalah agama. Bahkan wadah itu bisa sampai mengirim delegasi ke Arab untuk menekan penguasa disana agar tidak mensupport para pendakwah yang bikin onar dimana-mana."

Beliau, secara pribadi mendukung agar para ustadz tetap muncul di TV, media massa, ataupun media sosial. Namun, yang harus diperhatikan adalah bahwa dia itu adalah ustadz sesungguhnya, bukan abal-abal yang ngaku ustadz.

Sebagai contoh, beliau menyebutkan seringnya orang-orang yang ngaku ustadz itu berbicara tanpa dasar.

"Yang disampaikan oleh artis ngaku ustadz itu jauh dari hadits nabi. Sepanjang yang saya perhatikan, tak satu pun yang membawakan satu pun hadits dengan menyebutkan sanad dan matannya, apalagi al-hukmu 'alal-hadits. Kebanyakan asal cablak aja. Makanya, Kyai Ali Mustafa Yaqub marah besar begitu tampil di TV dengar ada seleb ngaku ustadz ngutip-ngutip kalimat yang dia bilang hadits, ternyata bukan. Nah, menyampaikan hadits nabi saja harus punya ilmu hadits, apalagi ilmu syariah," katanya.


Sumber: http://www.fimadani.com/beda-selebritis-kiayi-ustadz-ulama-dan-mufti-menurut-ustadz-ahmad-sarwat/
Continue Reading...

Tuesday, March 6, 2012

12 Perbedaan Ustadz Artis dan Ustadz Beneran

Mendadak Ustadz Artis Ustadz yang sudah dikenal oleh banyak peselancar dunia maya maupun nyata, Ustadz Ahmad Sarwat Lc., Senin 21/11/2011 menuliskan sebuah status yang cukup menarik di laman Facebook pribadinya.

Ia mengkritisi para ustadz yang tampil di televisi dan jauh dari nilai dan prinsip seorang ustadz yang berdakwah. Ia pun lantas menyebutkan "12 Perbedaan Ustadz Yang Artis dan Ustadz Beneran":

  1. Artis butuh manager, tapi ustadz butuh perpustakaan.
  2. Artis lewat manager minta bayaran tinggi dan pakai tarif, tapi ustadz lebih sering dibayar dengan ucapan "syukran" (terima kasih, bhs. Arab).
  3. Artis tampil sesuai selera dan permintaan pasar, tapi ustadz menyampaikan risalah langit.
  4. Artis tidak belajar ilmu agama, tapi ustadz wajib nyantri dan kuliah bertahun-tahun.
  5. Artis haus popularitas, tapi ustadz haus ilmu dan hidayah.
  6. Artis hidup akrab dengan dusta, gosip dan kepalsuan, ustadz akrab dengan kewara'an (kehati-hatian, bhs. Arab), kesederhaan dan kerendahan hati.
  7. Artis mengumpulkan penonton yang membeludak, ustadz mendidik dan melahirkan calon ulama.
  8. Artis butuh yel-yel, kostum, joget, nyanyi dan akting, ustadz mengajar lewat hati.
  9. Artis ceramah biar orang tertawa menangis dan menghibur, ustadz mengajarkan ilmu agar Allah turunkan hidayah.
  10. Artis butuh media, TV dan wartawan khususnya infotainment, tapi ustadz butuh majelis ilmu, kitab dan perpustakaan.
  11. Artis sering jadi bintang iklan, tapi ustadz lebih suka bicara kebenaran.
  12. Artis dikerumuni sesama artis dan fans, sementara ustadz dikerumuni orang-orang yang ingin mengaji dan mensucikan diri.

Ustadz Ahmad Sarwat ‎kemudian menjelaskan bahwa seorang ustadz yang belajar agama itu bukan sekadar mengaji satu dua kali saja.

"Yang dimaksud dengan belajar agama itu bukan sekedar pernah nyantri atau ngaji atau sekedar dengerin ceramah doang, tetapi maksudnya harus menguasai ilmu aqidah, ulumul-quran dan ulumul hadits, ilmu tafsir, qiraat, ilmu hadits, kritik hadits (naqd), ilmu fiqih, ilmu ushul fiqih, perbandingan mazhab, fatwa ulama klasik dan kontemporer. Dan yang paling dasar adalah ilmu bahasa Arab yang maha luas itu, mencakup ilmu balaghah, manthiq, bayan, adab, dan tentunya juga nahwu dan sharaf, dan seterusnya, dan seterusnya.. Butuh waktu bertahun-tahun untuk belajar ilmu agama."

Kemudian beliau menceritakan keprihatinannya atas tarif yang dipatok oleh para ustadz artis tersebut. Bahkan beliau mengalaminya sendiri.

"Ramadhan kemarin ada panitia ceramah yang ngaku terus terang ke saya bahwa seharusnya yang diundang bukan saya, tapi ustadz X. Tapi gagal gak jadi diundang lantaran pihak manager gak mau turun lagi TARIF-nya dari angka 30 juta untuk ceramah 15 menit menjelang buka puasa. Akhirnya yang diundang saya yang bisa dikasih 'syukron' (terima kasih, bhs. Arab) doang,' terangnya.

Kemudian beliau menyebutkan salah satu solusi atas kurangnya ustadz yang benar-benar ustadz.

"Sebenarnya kita punya banyak calon ulama di masa mendatang, sayang mereka kurang digarap dengan baik. Misalnya yang paling mudah, kita punya 3000-5000 mahasiswa di Mesir dan sekitarnya. Sayangnya, tidak semua ingin jadi ulama. Sebagiannya lebih suka kerja di bidang-bidang yang tidak ada kaitannya dengan keulamaan. Ada yang jual madu, jasa bekam, travel haji umrah, atau jadi tukang ruqyah, politisi, dan seterusnya, dan seterusnya..."

"Ya tidak ada yang melarang sih, semua boleh-boleh aja sih. Tapi di zaman kita lagi sangat krisis ulama, mestinya yang udah diberi kesempatan belajar sampai ke Al-Azhar bisa rada mikir dikit lah. Mereka kuliah itu kan dibiayai waqaf umat Islam, kok sepulangnya ke Indo malah kagak jelas arahnya? Afwan buat adik-adik mahasiswa di Mesir, bukannya nyindir, tapi memang nuduh sih..," sindirnya sambil tersenyum.


Sumber: http://www.fimadani.com/ahmad-sarwat-ustadz-selebritis-mematok-tarif-rp-30-juta-per-15-menit/
Continue Reading...

Friday, October 28, 2011

Senggolan Nazarudin, Reformasi PLN, Sosok Dahlan Iskan

Dahlan Iskan, siapa yang tidak kenal? Sosok fenomenal yang cukup reformis menurut saya. Meski saya baru mulai mengaguminya ketika beliau menjabat posisi Direktur Utama PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). Kekaguman pada strategi manajemennya yang bisa membuat listrik dirumah saya 'hidup' secara drastis!

Maksudnya? Ya karena 2-3 tahun lalu sebelum pak Dahlan menjabat Dirut, listrik di daerah saya tinggal bisa mati 2-3 kali sehari dengan waktu bisa mencapai 6-7 jam! Bayangkan! Tapi begitu orang-orang PLN dipaksa "Kerja! Kerja! Kerja!" sesuai moto baru yang diusung pak Dahlan dari moto sebelumnya "Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik", semua berubah drastis. Tak ada lagi pemadaman rutin. Kalaupun ada kasus mati listrik, bisa dihitung dengan jari kejadiannya dalam sebulan. Itupun bukan karena jadwal, tapi kasus gardu yang rusak. Wajar lah kalau ada kerusakan alat.

Bahkan, bulan-bulan berikutnya sempat saya "merindukan" suasana mati lampu yang tak kunjung datang itu hehehehe... Hebat manusia satu ini! Begitu pikir saya.

Ada satu artikel menarik yg saya dapatkan dari mailing list. Mengenai "behind the scene"-nya reformasi di tubuh PLN. Penting menurut saya untuk kita ketahui, terutama untuk dapat mengubah paradigma tentang backing-backing atau calo seputar tender di PLN. Sebab, meski PLN sudah menutup pintu pada para calo ini, tapi kalau kita tidak tahu info ini calo itu pasti masih akan tetap berkeliaran! Karena kita tidak tahu bahwa kita sendiri sudah bisa dan harus menolak calo-calo ini lantaran memang tidak memiliki bargain ke dalam PLN. Jadi harapannya, setelah membaca artikel yang ditulis langsung oleh pak Dahlan Iskan sendiri, Anda bisa memantapkan hati menolak aksi-aksi calo itu. Mari perangi korupsi!


Dua kali nama PLN disenggol sedikit dalam kaitan dengan Nazaruddin yang kini lagi buron itu. Yang pertama PLN dikaitkan dengan tender batubara yang sampai membuat Nazaruddin bertengkar dengan partner bisnisnya. Yang kedua sekarang ini dalam kaitan dengan tender proyek PLTU Kaltim/Riau. Saya senang dua hal itu disebut-sebut. Pertama saya bisa numpang ngetop sebentar.Kedua,saya memiliki momentum untuk mengkampanyekan “PLN baru”.

Soal batubara itu misalnya. Konon Nazaruddin memberi uang kepada Daniel Sinambela untuk modal ikut tender batubara di PLN. Daniel menang tender tapi tidak mengembalikan uangnya Nazaruddin. Daniel kemudian dihajar Nazaruddin. Daniel masuk tahanan. Yang terjadi adalah Daniel sebenarnya benar-benar menang tender. Bukan karena ada Nazaruddin didalamnya. Tender itu dilakukan dengan system auction, sehingga tidak ada peluang untuk diatur samasekali. Semua orang tahu system auction itu begitu transparansinya sehingga sangat kecil peluang untuk terjadi permainan. Daniel menang tender karena penawaran harganya memang sangat-sangat rendah.

Saking rendahnya, Daniel barangkali kesulitan mencari batubara yang baik dengan harga yang masih bisa memberikan keuntungan baginya. Maka batubara yang dikirim ke PLN pun batubara yang murah. Tentu tidak bisa memenuhi kualitas yang ditentukan PLN. Yang hebat, petugas PLN di lapangan berani menolak batubara ribuan ton tersebut. Akibat batubara Daniel ditolak oleh PLN, Daniel tidak mendapatkan uang dari PLN. Karena itu Daniel juga tidak bisa mengembalikan uangnya Nazaruddin. Nazaruddin pun kehilangan uang puluhan miliar rupiah gara-gara ketegasan PLN.

Seandainya petugas PLN takut kepada Nazaruddin dan menerima begitu saja batubara yang jelek itu tentu Nazaruddin bisa menyelamatkan uang nya yang puuhan miliar itu. Namun karena batubaranya ditolak maka lenyap kan uangnya yang sangat besar itu. Dalam hal ini saya bangga dengan petugas PLN di barisan paling depan tersebut. Seandainya pegawai PLN tersebut bisa disogok tentu semuanya beres. Toh batubara jelek itu sebentar lagi sudah tercampur dengan batubara ribuan ton lainnya. Tidak akan gampang ketahuan.

Tentu saja saya bangga dengan pegawai PLN di bagian penerimaan batubara itu. Saking bangganya sampai-sampai di DPR saya berseloroh : kalau saja petugas itu seorang wanita akan langsung saya ciumi dia!

Bagaimana dengan tender PLTU Kaltim/Riau yang disebut-sebut Nazaruddin sekarang ini?

Saya pun penasaran. Sungguh saya pun ingin tahu apa yang sebenarny aterjadi ?

Tender tersebut dimenangkan oleh konsorsium PT Adhikarya (Kaltim)dan konsorsium Rekayasa Industri (Riau). Sudah saya cek berulang-ulang bahwa proses tender sangat bersih dan profesional. Sampai-sampai teman terbaik saya yang telah berjasa menyelamatkan hidup saya kalah di tender ini.

Pertanyaannya : siapakah yang memberi uang kepada Nazaruddin terkait dengan proyek ini?

Apakah orang PLN ? Atau pemenang tender ?Sebaiknya ini diusut. Saya sangat berkepentingan dengan hasil pengusutan ini. Kalau orang PLN yang memberikan uang, darimana asal-usul uang itu dan dengan tujuan apa?

Namun kalau, misalnya, pemenang tender yang memberi uang ke Nazaruddin, untuk apa dia memberi uang?

Bukankah dia menang tender bukan karena bantuan Nazaruddin ?

Apakah justru dia mengira menang tender itu berkat dukungan Nazaruddin ?

Tentu saya tidak tahu. Saya justru bertanya-tanya dalam hati. Kalau benar begitu untuk apa pemenang tender itu memberi uang ke Nazaruddin ? Sedekah ? Sumbangan?

Mestinya itu bukan sogok karena dia memenangkan tender bukan karena jasa Nazaruddin. Saya penasaran atas pertanyaan-pertanyaan saya sendiri itu. Karena itu saya mencoba mencari tahu.

Hasil penelusuran saya agak mengecewakan : ternyata masih banyak peserta tender yang tidak percaya diri akan kemampuan mereka,lalu punya backing orang kuat. Mereka belum percaya bahwa PLN sudah berubah. Mereka belum percaya bahwa di PLN bisa berubah. Mereka tidak percaya bahwa backing itu sekarang tidak ada gunanya. Itulah sebabnya mengapa masih ada peserta tender yang merasa perlu memiliki backing.

Keberadaan backing itu sendiri punya dua cerita. Ada peserta tender yang memang mencari backing. Ada juga justru si backing yang mencari-cari peserta tender. Terutama, yang diincar adalah peserta yang sudah kelihatan punya peluang untuk menang. Si backing lantas menakut-nakuti si peserta tender kalau dia tidak dikawal bisa saja kalah.

Emosi peserta tender itu pun menjadi labil. Di satu pihak dia sudah berada di ambang kemenangan. Peserta yang lolos tender tinggal sedikit, katakanlah tiga. Kejiwaannya pun menjadi kemrungsung. Dalam keadaan kemrungsung seperti itu dia ditakut-takuti oleh si backing. Kalau tidak pakai backing dia akan dikalahkan. Ketika mengucapkan kata “akan dikalahkan” itu bisa saja si backing seolah-olah sudah bicara dengan pemilik proyek. Dalam situasi seperti itu peserta tender memilih jalan yang paling save : diterima saja tawaran backing itu.

Celakanya tidak mustahil si backing tidak hanya mendatangi satu peserta tapi juga peserta tender lainnya. Dengan demikian siapapun yang menang backing pulalah yang paling menang. Saya sudah bisa menemukan cara bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih. Bahkan sudah mempraktekkannya setahun terakhir ini. Tender-tender di PLN tidak akan terpengaruh oleh backing siapapun.

Bahkan dalam tender terbesar dalam sejarah PLN bulan lalu, yakni tender proyek Rp 30 triliun di Jateng, PLN berhasil mengabaikan tekanan para backing yang tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Proyek Kaltim dan Riau itu tidak ada apa-apanya dibanding proyek di Jateng itu. Tapi PLN berhasil lolos dari segala tekanan. PLN sudah tahu bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih, tapi belum tahu bagaimana cara meyakinkan peseta tender agar menyadari bahwa backing sudah tidak ada gunanya!

Sumber: http://dahlaniskan.wordpress.com/2011/07/28/senggolan-nazarudin/
Continue Reading...

Tuesday, August 24, 2010

Bedanya 1 x 2 dan 2 x 1 ?

Apa Bedanya 1 x 2 dan 2 x 1?

Jawabnya:
Kalau
  • 1 x 2 akan menghasilkan 2, sedangkan
  • 2 x 1 akan hanya mengasilkan 1

????????

Loh kok bisa? Ya bisa donk, ini gambaran kecil dari skema kalo kita bekerja. Artinya
1 x 2, kita melakukan atau bekerja hanya 1x namun income yang di dapat 2 poin; sedangkan kalau 2 x 1, kita bekerja dalam 2x namun hasil yang di dapat hanya 1 poin.

Nah, kalo di suruh milih kamu pilih mana?

Tentu saja mau pilih yang 1 x 2 kan? Karena dalam sekali dapat menghasilkan 2 sekaligus, beda dengan 2 x 1 yang harus melakukan dua kali namun hasilnya hanya satu, sehingga untuk menghasilkan 2 kita harus melakukan sebanyak 4 kali.

Semoga bermanfaat ;)
Continue Reading...

Saturday, August 21, 2010

Gempa Jogja di Bulan Ramadhan

Yogyakarta, 21 Agustus 2010. Pkl. 18.41 WIB

Astagfirullahal'adzim, baru saja selesai sholat magrib dan buka puasa untuk menghilangkan dahaga dan lapar, bunda tercinta menelepon untuk menanyakan kabar putrinya yang manis ini :p, tiba-tiba terasa guncangan gempa yang cukup keras!

Yah walau cuma sebentar tetap saja getarannya cukup membuat seisi ruangan rumah bergetar hebat, mana tadi pulang kerja jalan cukup jauh dan melelahkan kaki, di tambah gempa tadi buat kaki lemas dan jatungan :(

Gempa yang menimpa Jogja di bulan suci Ramadhan ini mengingatkan tragedi di bumi Andalas, Padang, yang kalo tidak salah juga setelah sholat maghrib.

Gempa tadi juga membuat pelanggan warnet tempat saya kerja langsung pada logout dan keluar ruangan *kata rekan kerja sms* katanya mereka pada takut, dan mungkin untuk sebagian masyarakat Jogja, gempa baik skala kecil mau pun besar tetap menjadi trauma tersendiri, mengingat Jogja pernah di guncang gempa yang cukup hebat dengan ratusan nyawa melayang akibat guncangannya.

Ya Alloh... lindungilah kami semua...
Continue Reading...

Saturday, July 31, 2010

Masya Allah Inikah...?

Ingin rasanya ku menjerit bersama rasa lapar yang menghinggap dan dengan rasa sakit magh yang ikut meramaikan, nyanyian perut begitu nyaring tak kalah merdunya dengan suara Afrikan Villagers air yang di tuangkan di dalam gelas. Masya Allah baru segini saja saya sudah mengeluh bagaimana dengan saudaraku yang ini, untuk sesuap nasi mereka rela berjam - jam mengantrinya, berdiri melawan panasnya terik matahari. Tapi mereka tak pernah mengeluh, mereka begitu bersemangat, walaupun ntah seberapa nasi yang akan mereka dapat, yang terpenting bagaimana kita mensyukuri apa yang ada, karena yang ada sekarang belum tentu besok ada.

Yah sepertinya saya kurang bersyukur dengan nikmat yang sudah Sang Kholik berikan. Astagfirullahal'adzim, ya Allah kenapa saya sekarang suka mengeluh? Bukankah sudah Engkau cukupi saya dengan nikmat-Mu yang berlimpah, ya Rabbi jangan Engkau dekatkan hambamu yang hina ini dengan golongan orang - orang yang kufur akan nikmat-Mu..
Continue Reading...

Sunday, July 4, 2010

Mimpi Terhalang Duri

Beasiswa Bukan hidup deh kalo gk ada rintangan, sama seperti kesuksesan. Duh hidup kok rumit gini yah . Ingin hati memeluk gunung tapi apa kan daya tangan cuma bisa meluk guling ....

Balik ke pokok pembahasan yah

Pendidikan bukan lagi untuk gengsi-gengsian tapi sekarang sudah menjadi sebuah kebutuhan seseorang agar bisa merubah kasta maupun memperoleh ilmu yang lebih. Namun cukup disayangkan untuk memperoleh pendidikan yang layak membutuhkan materi yang lumayan menguras kantong termasuk saya . Untuk meraih mimpi saya banyak yang harus dikorbankan dari mulai keluarga, tenaga, pikiran dan yang utama materi , tapi apa boleh buat semuanya 'kan tergantikan dengan semangat dan keseriusan agar mencapai kesuksesan itu.

Entah kenapa saya merasa tak adil sekali pemerintah negeri ini terhadap putra - putri bangsanya, terutama soal pendidikan mereka seperti acauh apa lagi soal beasiswa untuk pendidikan yang lebih tanggap itu malah perusahaan, donatur dan negara lain. Setiap saya googling mancari beasiswa kebanyakan dari luar negeri, sekali ada dari pemerintah kebanyakan untuk S2 dan S3. Dan kalaupun ada untuk D3 dan S1 syaratnya hu....... maklumlah mahasiswa rantau, yang kebutuhannya lebih besar ketimbang mahasiswa yang serumah dengan ortu.

Ok, karena waktunya sudah habis nanti di lanjutkan di Part II ya heeheheh....

Buat temen - temen yang punya info beasiswa jangan lupa share yah ke saya ;)
Continue Reading...

Tuesday, January 5, 2010

Tuker Link Yuk

tukeran linkBerbagi hal yang paling indah dalam hidup (masa segh) yup karena dengan berbagi kita bisa merasakan apa yang orang rasakan, dengan berbagi kita bisa menemukan sesuatu yang belum pernah kita temui dalam hidup kita, truz apa yang haruz kita bagi? Kalo menurut fat ya sesuatu yang memang pantas untuk di bagi tapi yang bersifat umum dan pantas untuk konsumsi publik tapi yang bermanfaat, misal berbagi pengalaman, ilmu, dll..

Tapi dalam berbagi juga kita harus banyak silaturahmi biar orang tau apa yang akan kita bagi atau di sampaikan dan juga bisa bermanfaat untuk halayak ramai.

Selain itu dengan silaturahmi, kita bisa mendapatkan banyak saudara, 'tuk itu namanya tuker link dalam dunia blog termasuk hal yang penting, kurang afdol kalo ngeblog cuma posting dan blogwalking dnk.

Buat sahabat blogger hayu atuh jalin silaturahmi sareng ifat dengan cara tuker link, sapa aja boleh nimbrung. Tapi baca dulu ketentuannya dibawah ini yah..! ;)

Ketentuannya:
  1. Buat temen-temen yang mau nimbrung, silahkan pasang link blog Ifat di blog temen-temen yang mudah terlihat. Contohnya di bagian sidebar.
  2. Kalau sudah terpasang, silahkan konfirmasikan lewat kotak komentar di bawah ini dimana link ifat temen-temen taruh.
  3. Nanti fat cek ke blog temen-temen dan kalau benar maka fat pasti langsung taruh di widget Blogroll samping kanan blog ini.
  4. Nah, kalau temen-temen pasang rel="nofollow" atau rel="dofollow" buat link blog ifat maka ifat pasti juga akan pasang hal yang sama buat link blog temen-temen semua. Jadi semuanya terserah temen-temen mau dikasih rel apa, yang penting bukan rel kereta api :D
  5. Dan maaf nih ya.. sewaktu-waktu ifat ngecek link itu masih ada ditempatnya atau engga (sekalian blogwalking gitu :p). Kalau ternyata udah engga ada, ifat juga akan turunin link blog temen-temen nih.. (pasti sedih deh) :(

Gimana, enak kan?! ^_^
Continue Reading...

Tuesday, December 22, 2009

Selamat Hari Ibu

ibu Belaian Ibu
Munsyid By: Hijjaz

Tertanam naluri keibuan amat mendalam
Di jiwa insan yang mendambakan kebahagiaan
Oh? ibu

Di bahumu tergalas beban
Perjalananmu penuh rintangan
Kau titipkan kasih sayang
Sejujur pengorbanan
Tak ku nafikan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Kau insan penyayang
Betapa ku merindu
Lembutnya belaian ibu
Membuatku terlena

Di wajah terlukis tenang
Debar di dada kau rahsiakan
Ku pastikan dikau aman
Dikurnia sejahtera
Tak ku lupakan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Tiada aku tanpa ibu
Hanya (kau) satu didunia
Bertakhta dikau dijiwaku
Kau lah ibu yang tercinta

Kau insan pengasih
Betapa aku mengharap
Hadirnya restumu ibu
Membawaku ke syurga

Bersemi belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh? Ibu
Continue Reading...

Tuesday, December 1, 2009

Kacauuuuuuuuuu......................................!!!!!!!

kacau Nyebelin........!!! Kacau......!!! Kesel......!!! ih...nih hari kok gk ngenak banget yah, mimpi apa semalem??sampai semuanya jadi kacau..apa lupa doa yah??

Tadi pagi sengaja tuh di bela - belain buat berangkat ke kampus lebih awal biar enak gk di kejar - kerja ma detak jarum jam, ihhh...pas masuk kelas oh my god...Astagfirullah lupa bawa KRS gk kebawa , dengan wajah panik dan kaki yang capek, terpaksa harus turun tangga menuju gedung unit IV buat minta surat keterangan, kalo gk ada bisa gk ikut ujian, mana nih kelas di lantai tiga gedung II , lumayan nih kaki masih kerasa pegel abis lari - lari ...huhuhu.. gimana mo gemuk coba..kalo tiap hari harus naik turun tangga...seandainya kalo kampus ku ada lift enak kali yah .

Udah KRS ketinggalan, soal cuma bisa ngerjain dua soal, abis gk bisa mikir gara - gara abis lari (olah raga pagi ), tuh soal sebenernya gampang tapi susah jawabannya (sama aja boong dnk,emnk gk bisa ngerjain), mode in mikir kenapa yah dosen gk ngasih jawabannya aja, biar kita yang buat soalnya ...Gini nih kalo orang belajarnya pake sistem SKS alias Sistem Kebut Semalem, jadinya gk bisa ngerjain. (Lain kali belajar yah fat!!)

KRS ketinggalan, Ujian cuma jawab 2 soal dari 4 soal, eh...masak rendang jamur gk ada rasanya sama sekali..apa emank lidah ku kurang peka ma garem n gula ya , garem udah dua sendok, gula dah 4 sendok tetep aja ada yang kurang, ternyata gulanya harus pake gula merah jangan pake gula putih, setelah di kasih gula merah rasanya maknyus....
Continue Reading...

Wednesday, November 11, 2009

First Task

Sebelumnya selamat datang di blog baru ifat ya , entah ini blog yang keberapa tapi tetap saya ucapkan selamat datang.

Buat teman - teman blogger Amikom or yang lainnya selamat bergabung, kalo ada yang mo tukar link hayu , biar tambah banyak temen.

Ok, ini buat cacatan awal saya di blog ini sebagai tugas dan tempat silaturahmi kita di dunia maya.
Continue Reading...
 

Catatan Mami Copyright © 2009 Girlymagz is Designed by Bie Girl Vector by Ipietoon. SEO improved by Apa Dong (dot) Web (dot) ID