Ingin rasanya ku menjerit bersama rasa lapar yang menghinggap dan dengan rasa sakit magh yang ikut meramaikan, nyanyian perut begitu nyaring tak kalah merdunya dengan suara

air yang di tuangkan di dalam gelas.
Masya Allah baru segini saja saya sudah mengeluh bagaimana dengan saudaraku yang ini, untuk sesuap nasi mereka rela berjam - jam mengantrinya, berdiri melawan panasnya terik matahari. Tapi mereka tak pernah mengeluh, mereka begitu bersemangat, walaupun ntah seberapa nasi yang akan mereka dapat, yang terpenting bagaimana kita mensyukuri apa yang ada, karena yang ada sekarang belum tentu besok ada.
Yah sepertinya saya kurang bersyukur dengan nikmat yang sudah Sang Kholik berikan.
Astagfirullahal'adzim, ya Allah kenapa saya sekarang suka mengeluh? Bukankah sudah Engkau cukupi saya dengan nikmat-Mu yang berlimpah, ya Rabbi jangan Engkau dekatkan hambamu yang hina ini dengan golongan orang - orang yang kufur akan nikmat-Mu..
0 comments:
Post a Comment
Jangan Lupa Komentarnya Yah